GENMILENIAL.ID - Memasuki Oktober 2026, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi perhatian setelah muncul sinyal adanya potensi penyesuaian harga akibat perkembangan harga minyak dunia.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung sebelumnya menyebut harga BBM nonsubsidi berpeluang mengalami penyesuaian karena mengikuti perkembangan harga pasar.
Sinyal tersebut disampaikan Yuliot setelah harga minyak dunia melonjak dan hampir menembus US$107 per barel.
Baca Juga: Tridjaya Group ekspansi ke sektor pertanian, Tridjaya Tani gandeng DJI Agriculture
Harga BBM nonsubsidi dievaluasi
Yuliot menjelaskan harga BBM nonsubsidi tidak ditetapkan pada angka tertentu karena mengikuti perkembangan pasar.
Evaluasi terhadap harga tersebut dilakukan secara berkala dengan melihat rata-rata harga minyak dalam periode tertentu.
“Untuk yang nonsubsidi akan disesuaikan dengan harga pasar. Kita evaluasi rata-rata dalam satu bulan, kira-kira penyesuaiannya berapa. Ya, peluang penyesuaian itu ada,” ungkap Yuliot kepada awak media di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga: Surat Bupati beredar, Rona Mairansyah akan dilantik besok: Jadi Sekda?
BBM nonsubsidi yang digunakan masyarakat antara lain Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Meski membuka peluang adanya penyesuaian, Yuliot belum memastikan apakah harga BBM nonsubsidi akan berubah pada Oktober 2026.
Artinya, memasuki awal Oktober, belum ada kepastian dari pernyataan tersebut mengenai besaran maupun waktu perubahan harga BBM nonsubsidi.
Pertalite dan biosolar dipastikan tidak naik
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.