Sampel kemudian dikirimkan ke laboratorium Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
RSUD Dr. Soetomo juga telah menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan terkait.
Rumah sakit mengarahkan peserta yang mengalami gejala dan membutuhkan penanganan medis agar segera menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Sementara peserta dengan keluhan ringan yang masih dapat beraktivitas diimbau melakukan observasi mandiri dan memantau kondisi kesehatan.
Apabila keluhan memburuk, peserta diminta segera datang ke IGD. Bantuan penjemputan menuju rumah sakit juga dapat diminta melalui petugas Instalasi Keamanan, Ketertiban dan Perparkiran (IKKP) RSUD Dr. Soetomo.
Kegiatan pradik Selasa diliburkan
Koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dilakukan untuk memantau kondisi peserta dan menangani kejadian tersebut.
Koordinasi tersebut juga mencakup evaluasi penyediaan konsumsi kegiatan Pradik oleh pihak fakultas.
“Sebagai langkah kehati-hatian, kegiatan Pradik pada Selasa (29 September 2026) akan diliburkan,” demikian keterangan RSUD Dr. Soetomo.
Baca Juga: Cek nominal PKH dan BPNT tahap 4, diproyeksikan bakal cair pertengahan November 2026
Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para peserta masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
RSUD Dr. Soetomo menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.***