Baca Juga: Viral sopir TransJakarta Monas-Pulogadung diduga ugal-ugalan hingga bikin penumpang terjatuh
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi jauh dari aktivitas masyarakat, tetapi telah mendekati kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas wisata.
Angin kencang bikin api cepat merembet
Kebakaran diketahui pertama kali membakar vegetasi kering di kawasan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu sore.
Tiupan angin yang kencang kemudian membuat api dengan cepat merembet turun.
Kobaran api membakar kawasan savana Lembah Watangan atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies, sebelum meluas ke wilayah Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Nestapa warga di Makassar imbas kelangkaan BBM: Antre dari sore sampai subuh, sulit mendapatkannya
Kondisi angin yang cukup kencang juga memicu munculnya pusaran debu berasap atau dust devil di sekitar area yang terbakar.
Dalam video lainnya, kobaran api di kawasan Jemplang terlihat semakin mendekati akses jalan utama yang menghubungkan Ngadas dengan Ranupani.
Upaya pemadaman sempat dilakukan untuk mengendalikan kobaran api. Namun, api kembali muncul setelah petugas bergeser dari lokasi akibat kondisi angin yang masih cukup kencang.
“Begitu kita tinggal, kita bergeser, ternyata api muncul lagi karena memang pada saat malam itu ada sedikit angin yang kencang, sehingga membantu percepatan untuk munculnya api," ujar Kapolsek Sukapura, Probolinggo, Iptu Djuwantoro Setyowadi dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu, 13 September 2026.
Baca Juga: Gempa magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Seribu pagi tadi, ini analisis BMKG soal potensi tsunami
Wisata Gunung Bromo ditutup total
Meluasnya kebakaran membuat BBTNBTS mengambil langkah dengan menutup seluruh akses kunjungan wisata Gunung Bromo.
Penutupan tersebut berlaku mulai Sabtu, 12 September 2026 dan diterapkan sampai batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.