news

Anak Krakatau bergeliat, sirine peringatan tsunami kini disebar di wilayah pesisir Banten

Kamis, 10 September 2026 | 20:38 WIB
Menyoroti imbauan BNPB terkait siaga bencana tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pesisir Banten, pada Kamis, 10 September 2026 (Dok. BNPB)

Baca Juga: Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG

Jalur evakuasi di wilayah tersebut juga tercatat telah terpasang dengan baik. Selain itu, simulasi bencana secara rutin dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan masyarakat.

Namun, alat Warning Receiver System (WRS) Gen di Tanjung Lesung masih dalam proses perbaikan.

Sementara itu, pemeriksaan di Kabupaten Serang menunjukkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan relawan pantai berjalan optimal.

Kesiapsiagaan tersebut didukung menara sirene serta peta evakuasi menuju titik aman yang masih berfungsi normal.

Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga di Bogor meluas, helikopter TNI AU dikerahkan untuk water bombing

Untuk Kota Cilegon, BNPB melakukan peninjauan di Kelurahan Kubangsari.

Hasil peninjauan memastikan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) peringatan dini serta keandalan fungsi sirene tsunami di area kantor kelurahan.

Anak Krakatau kembali erupsi

Di tengah pemetaan kesiapsiagaan tersebut, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Kamis, 10 September 2026 pukul 09.10 WIB.

Erupsi berlangsung selama sekitar 17 detik. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Baca Juga: DPR RI perkuat sinergi dengan kepala desa, aspirasi desa disalurkan ke pusat

"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 10 September 2026 pukul 09:10 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati," tulis PVMBG dalam informasi resminya pada Kamis, 10 September 2026.

Meski tinggi kolom erupsi tidak teramati, aktivitas tersebut terekam pada seismogram. Amplitudo maksimum yang tercatat mencapai 47 milimeter (mm).

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik," tulis PVMBG.

Halaman:

Tags

Terkini