Baca Juga: Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Sumur mengering, warga cari air ke kampung lain
Kesulitan air bersih juga dirasakan warga Harjamukti setelah sejumlah sumur mengering dan tidak lagi mengeluarkan air.
Salah satu warga Harjamukti, Zaharoh, menuturkan kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
Air dibutuhkan warga untuk memasak, mencuci, hingga mandi. Namun, sejak kemarau melanda, ketersediaan air di wilayah tersebut semakin sulit.
“Buat masak buat nyuci, buat mandi gitu, sejak kemarau aja enggak ada air,” ucap Zaharoh di lokasi pada Selasa, 8 September 2026.
Baca Juga: Heboh penemuan kerangka di Banyuasin Sumsel, terungkap korban kakak-adik yang hilang sejak 2021
Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa mencari air ke wilayah lain. Bahkan, sebagian warga disebut mendatangi rumah sanak saudara di kampung berbeda untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Sementara itu, penyaluran bantuan air bersih di Kota Cirebon telah dilakukan sejak Juni 2026 dan masih berlanjut hingga saat ini.
BPBD salurkan 208 ribu liter air
Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adithya Firmansyah, mengatakan pihaknya telah menyalurkan sebanyak 208 ribu liter air kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Argasunya.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara bergantian dan terkoordinasi.
“Kami mengatur keterlibatan sejumlah instansi agar kebutuhan masyarakat bisa dilayani secara bergantian dan terkoordinasi,” ujar Arief dalam keterangannya pada Senin, 7 September 2026.
Menurut BPBD Kota Cirebon, bantuan air bersih tersebut telah menjangkau 1.203 kepala keluarga atau sekitar 3.929 jiwa di Kelurahan Argasunya.