news

Kesaksian pemancing saat Gunung Anak Krakatau erupsi, semburan lava pijar yang menyala terekam kamera

Minggu, 6 September 2026 | 14:50 WIB
Cerita pemancing yang sempat berada di kawasan Gunung Anak Krakatau saat erupsi terjadi (Instagram/destinasiocy)

GENMILENIAL.ID — Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang meningkat dalam beberapa hari terakhir sempat membuat pemancing sekaligus konten kreator Ocy berada dalam situasi mengejutkan saat kapalnya berada di sekitar kawasan kepulauan Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu, 5 September 2026 tersebut terekam kamera oleh Ocy.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @destinasiocy, terlihat lontaran lava pijar dari gunung yang berada di Perairan Selat Sunda tersebut.

Ocy menceritakan, keberadaan rombongannya di sekitar Gunung Anak Krakatau bukan untuk menyaksikan erupsi.

Baca Juga: Cerita penumpang yang gagal terbang dari Bandara Soetta, sempat masuk pesawat tapi disuruh turun lagi

Kapal mereka sebelumnya berada di spot Sea Mount Reef (SMR) untuk memancing, tetapi kondisi cuaca yang tiba-tiba memburuk membuat mereka memutuskan mencari perlindungan.

Kapal berputar arah karena cuaca memburuk

Ocy mengatakan, rombongannya awalnya berada di spot SMR untuk memancing. Namun, kondisi cuaca membuat kapal harus mengubah arah perjalanan menuju kepulauan yang berada di sekitar Krakatau.

“Sebelum kejadian, posisi kami sebenarnya di spot Sea Mount Reef (SMR) untuk memancing. Namun, karena cuaca di SMR tiba-tiba memburuk, kami memutuskan memutar arah mencari perlindungan ke arah kepulauan yang ada di sekitar Krakatau,” ujar Ocy dalam video yang diunggah di Instagram @destinasiocy, dikutip pada Minggu, 6 September 2026.

Baca Juga: Anggota DPR Harris Turino dorong RUU Perampasan Aset juga sasar kejahatan perbankan lainnya

Tujuan kapal menuju area tersebut, kata Ocy, adalah untuk mencari perlindungan dari hantaman ombak.

“Pukul 23.30 WIB, kami sampai di sekitar Gunung Anak Krakatau dan sama sekali tidak tahu kalau sedang mengalami erupsi,” imbuhnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa saat rombongannya berangkat dari SMR sekitar pukul 18.00 WIB, Gunung Anak Krakatau belum mengalami erupsi.

“Di perjalanan dari SMR jam 18.00 WIB, Gunung Anak Krakatau belum erupsi sampai di dekatnya itu setengah 12 malam, baru erupsi. Paginya, aku dari Gunung Anak Krakatau juga dari jam 06.00 WIB sampai jam 14.00 WIB, belum erupsi,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini