Evakuasi dilakukan secara bertahap
Keterbatasan kapasitas keranjang Bronto Skylift membuat proses evakuasi penghuni harus dilakukan secara bertahap.
Petugas mengatur proses penurunan penghuni dari lantai atas menuju bawah.
Meski dilakukan secara bertahap, Bayu mengatakan proses evakuasi dapat berjalan lancar. Petugas juga menyiagakan satu unit Bronto di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi.
“Jadi itu mungkin yang agak sedikit. Tapi kan kan dua, yang 55 dengan 104 dan dua-duanya Bronto kami bekerja dan kami standbykan satu unit Bronto juga di depan untuk mengantisipasi,” lanjutnya.
Dalam proses evakuasi tersebut, petugas juga memberikan perhatian khusus kepada penghuni yang membutuhkan penanganan lebih.
Bayi dan lansia turut dievakuasi
Bayu mengungkapkan terdapat tiga bayi dan dua lansia yang harus dievakuasi dari lantai 23 Apartemen Pavilion.
Kondisi tersebut membuat petugas memberikan perhatian khusus selama proses penyelamatan penghuni dari lantai atas.
“Ada 3 bayi dan ada dua lansia yang betul-betul kami perhatikan, kami evacuate dari lantai 23,” imbuhnya.
Bayu juga menegaskan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden kebakaran Apartemen Pavilion tersebut.
Pemadaman berlangsung lebih dari lima jam