“Nyampe kantor jam 10.38, biasanya jam 9 lewat udah nyampe,” tulisnya.
Penumpang lain, akun @asisten_kucing, juga membagikan pengalaman saat perjalanannya tertahan di kawasan Pasar Minggu.
Ia menyebut perjalanan dari Cibinong awalnya berjalan normal hingga kereta tiba di Pasar Minggu. Namun, kereta kemudian tertahan sejak pukul 06.55 dan baru kembali berjalan sekitar pukul 08.08.
“Gak disangka ujian muncul begitu saja, dari Cibinong perjalanan aman aja sampe pasming kereta ketahan 06.55 SD jam 08.08 baru jalan,” unggahnya.
TransJakarta tambah armada
Di tengah kepadatan penumpang akibat gangguan KRL, sebagian masyarakat kemudian mencari moda transportasi alternatif.
TransJakarta merespons kondisi tersebut dengan menambah armada pada rute D11 Terminal Depok-Cawang Sentral dan 4B Stasiun UI-Manggarai pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Penambahan tersebut ditujukan untuk membantu mengurai antrean penumpang Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota yang terdampak gangguan.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, mengatakan mobilisasi armada pendukung merupakan bagian dari integrasi transportasi untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Memobilisasi armada pendukung merupakan langkah integrasi yang dilakukan guna membantu penyerapan pelanggan, serta menyediakan rute alternatif bagi masyarakat terdampak," ungkap Ayu.
Gangguan dua lintasan KRL tersebut akhirnya mendorong penumpang menggunakan sejumlah alternatif perjalanan.
KAI Commuter sendiri melakukan rekayasa pola operasi untuk mengurangi dampak keterlambatan, sementara TransJakarta menambah armada pada sejumlah rute yang terhubung dengan kawasan terdampak.***