Baca Juga: 110 Peserta ikuti Touring Kerukunan Kemenag Subang, gerakan bersih-bersih masjid jadi agenda utama
Warga Manggarai Barat naik ke gunung
Sementara itu, situasi berbeda terlihat dalam video yang dibagikan akun Threads @harisul_qiram.
Pemilik akun tersebut membagikan momen sejumlah warga di Manggarai Barat bergerak menuju kawasan yang lebih tinggi setelah merasakan gempa.
Dalam video tersebut, warga yang didominasi perempuan dan anak-anak terlihat berjalan menuju gunung untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.
“Pagi ini dibangunin sama gempa dan seumur-umur ini yang bener-bener harus naik gunung karena air laut sampai surut,” tulis pemilik akun dalam video yang diunggah pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Langkah warga tersebut dilakukan setelah adanya peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG menyusul gempa kuat yang mengguncang NTT.
Perubahan kondisi air laut juga menjadi perhatian warga di sejumlah wilayah pesisir setelah gempa terjadi.
BMKG cabut peringatan tsunami
BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.
Guncangan kuat akibat aktivitas sesar tersebut kemudian memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak.
Baca Juga: Jaga Rawat Jawa Barat, 250 peserta dari berbagai elemen di Subang teguhkan komitmen persatuan
Dalam perkembangan selanjutnya, BMKG menyatakan peringatan tsunami telah berakhir setelah pemantauan terhadap kondisi muka air laut dilakukan.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam keterangannya.