news

Polisi luka usai diserang loyalis narkoba di Kampung Bahari, petugas balas tembak gas air mata

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB
Penyerangan oleh loyalis MR menggunakan mercon, saat petugas melakukan penggerebekan di Kampung Bahari (Threads.com/@unit_lingkar_swargantara)

GENMILENIAL.ID — Penggerebekan jaringan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis, 13 Agustus 2026, berlangsung tegang setelah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang diduga merupakan loyalis jaringan narkoba.

Perlawanan terjadi ketika petugas melakukan pengembangan setelah menangkap seorang bos narkoba berinisial MR.

Saat hendak memasuki lokasi yang disebut sebagai tempat penyimpanan narkoba, petugas justru mendapat serangan berupa lemparan mercon dan petasan.

Baca Juga: Tukang potong rambut di Bogor yakinkan warga RI sudah merdeka, buntut viral ditanya belum pasang bendera

Petugas kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk memukul mundur kelompok yang melakukan perlawanan tersebut.

Akibat bentrokan itu, seorang polisi dilaporkan mengalami luka di bagian bawah mata.

Sejumlah video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan aparat berseragam lengkap dan menggunakan perlengkapan pelindung berjaga di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut turut dikondisikan. Kendaraan yang hendak melintas diarahkan untuk berputar balik guna menjaga area operasi tetap steril.

Baca Juga: Kepala SPPG Karanganyar muntah-muntah usai cicip menu MBG, 94 ompreng ditarik usai sempat dikirim ke sekolah

Penangkapan bos narkoba MR picu perlawanan

Perlawanan terhadap petugas diduga berkaitan dengan penangkapan MR yang dilakukan BNN pada Rabu malam, 12 Agustus 2026.

MR ditangkap di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, mengatakan MR merupakan gembong narkoba yang telah masuk daftar pencarian orang sejak tahun lalu.

Pencarian terhadap MR berkaitan dengan kasus barang bukti sabu seberat 98 kilogram.

Setelah ditangkap, MR kemudian dibawa untuk menjalani pengembangan kasus. Petugas meminta MR menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba yang berada di kawasan Kampung Bahari.

Halaman:

Tags

Terkini

Gus Miftah: Istana menghormati marwah ulama

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:09 WIB