Kemudian pada level eselon IIIA terdapat 4 promosi dan 9 mutasi. Untuk eselon IIIB, terdapat 11 promosi dan 10 mutasi. Sementara eselon IVA terdiri dari 8 promosi dan 6 mutasi.
Baca Juga: DPRD Subang dukung petani, PTPN tetap larang garap lahan eks HGU
Selain itu, sebanyak 11 pejabat fungsional juga turut dilantik dalam kesempatan tersebut. Perombakan ini menunjukkan adanya penguatan struktur organisasi secara menyeluruh di lingkungan Pemkab Subang.
Pesan tegas Bupati: Jabatan bukan hadiah
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa rotasi dan mutasi bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat organisasi.
Ia juga menekankan bahwa jabatan yang diemban bukanlah bentuk hadiah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Petani Subang kepung DPRD, tuntut hak garap lahan eks HGU yang mangkrak sejak 2002
“Promosi bukan penghargaan atas kedekatan, mutasi bukan hukuman, dan rotasi bukanlah bentuk ketidakpercayaan. Jabatan adalah amanah bukan hadiah,” tegasnya.
Kang Rey juga mengajak seluruh ASN menjadikan 'Ngabret' sebagai budaya kerja, yakni bekerja cepat namun tetap tepat, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Awal pengabdian, bukan akhir
Di akhir arahannya, Kang Rey mengingatkan bahwa rotasi dan mutasi bukanlah titik akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih baik.
Ia bahkan menegaskan akan melakukan evaluasi jika kinerja para pejabat tidak sesuai harapan.
Baca Juga: Kronologi KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, penumpang menunggu evakuasi
“Rotasi mutasi ini bukan hal yang aneh. Ini bukan titik akhir, tapi awal. Jika kinerja tidak baik, saya tidak segan-segan memindahkannya lagi,” pungkasnya.
Langkah rotasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas birokrasi dan mempercepat pelayanan publik di Kabupaten Subang agar semakin optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat.***