Salah satunya dengan menyekat satu ruang kelas menjadi dua menggunakan tripleks. Selain itu, siswa kelas 5 dipindahkan ke musala untuk sementara waktu.
Tak hanya itu, ruang perpustakaan juga dialihfungsikan menjadi ruang guru demi menyesuaikan keterbatasan ruang yang ada.
Baca Juga: Dilaporkan organisasi wartawan, Hotman Paris sebut laporan polisi tak punya legal standing
Kegiatan belajar pun kini dilakukan secara bergiliran, memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, ruang darurat, hingga musala.
Kerusakan terjadi sejak awal tahun
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan mulai terjadi sejak awal Januari 2026.
“Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan kelas 4,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bangunan sekolah yang sudah tua menjadi faktor utama penyebab kerusakan.
Selain itu, kondisi tersebut diperparah oleh serangan rayap yang membuat struktur bangunan semakin rapuh.
Perlu perhatian serius pemerintah
Di balik keterbatasan tersebut, semangat belajar para siswa tetap tinggi. Mereka juga tetap mengikuti program MBG yang dijalankan di sekolah.
Kondisi ini dinilai menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah hingga pusat untuk lebih memperhatikan infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah.
Perbaikan bangunan sekolah dinilai mendesak agar para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.***