Nanik juga mengaku mengalami trauma dalam mengelola keuangan negara.
Ia menyebut hanya bersedia berperan dalam fungsi pengawasan tanpa terlibat langsung dalam urusan anggaran.
“Kalau mengawasi masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tandasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tekanan dalam mengelola anggaran besar menjadi salah satu faktor utama di balik keputusannya mundur dari jabatan Kepala BGN.***