Baca Juga: Rumah anggota BPK Bobby Rizaldi digeledah KPK, ini temuan anyar soal kasus suap di Pemkab Muara Enim
Dalam kontennya, ia secara sengaja membuat narasi absurd dengan mengklaim bahwa uang tersebut adalah miliknya.
Ia menyebut uang itu sebagai warisan dari kakek buyutnya yang dititipkan.
“Awalnya saya bikin konten tentang jaksa yang ada duit di rumahnya, lalu saya bikin seolah-olah itu punya saya,” jelasnya.
Konsep tersebut, menurut Mega, memang sengaja dibuat tidak masuk akal sebagai ciri khas komedi satire. Ia ingin menyoroti kejanggalan isu yang beredar dengan pendekatan humor.
Baca Juga: Fakta baru kasus pembakaran santri di Lombok, pimpinan ponpes jadi tersangka dan ajukan praperadilan
“Karena menurut saya, tidak masuk akal orang menyimpan uang di rumah orang lain,” tambahnya.
Tak disangka, video tersebut justru menyebar luas dan ditanggapi serius oleh sebagian pihak.
Banyak yang percaya, jadi bumerang
Mega mengaku tidak menyangka konten yang ia buat untuk hiburan justru dipercaya oleh banyak orang.
Bahkan, ia menduga hal itu menjadi salah satu alasan dirinya ikut terseret dalam perhatian aparat.
“Ternyata banyak orang yang percaya, mungkin termasuk pihak yang mengira saya ada hubungan dengan uang itu,” ujarnya.
Ia pun menyayangkan respons sebagian warganet yang langsung mempercayai isi konten tanpa memahami konteks satire yang ia sampaikan.
Sebagai komika, Mega menegaskan bahwa konten tersebut murni dibuat untuk lucu-lucuan, sebagaimana materi yang biasa ia bawakan di atas panggung.