“Bapak jangan seperti itu, mentang-mentang mengawal RI 21. Saya sudah nunggu dari tadi. Harusnya bapak yang ngerem,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kecepatan kendaraan pengawal yang dinilai terlalu tinggi saat mendekati persimpangan.
Sindiran soal kebiasaan pejabat
Dalam unggahan lain, Zilly turut menyindir pejabat yang dikawal agar berangkat lebih pagi jika memiliki keperluan penting.
Menurutnya, kemacetan Jakarta tidak seharusnya membuat masyarakat lain dirugikan.
“Kalau harus ke kantor pagi, berangkatlah dari subuh. Semua orang punya keperluan, bukan hanya Anda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat juga memiliki hak yang sama di jalan.
Petugas sampaikan permintaan maaf
Setelah video tersebut viral, Zilly mengunggah pesan langsung (DM) dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Patwal yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Dalam pesan itu, petugas menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan perjalanan ibu,” tulisnya dalam pesan yang dibagikan, Kamis 2 Juli 2026.
Petugas tersebut juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud memaki. Ia menjelaskan bahwa suaranya terdengar keras karena menggunakan mikrofon yang terhubung ke speaker.