“Setelah dzuhur ada selebrasi, semacam pesta ala anak-anak. Mereka bahkan mengundang damkar untuk kegiatan basah-basahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh kegiatan selebrasi tersebut murni merupakan inisiatif siswa, mulai dari pengumpulan dana hingga pelaksanaan acara.
“Mereka yang iuran, yang mengundang, sekolah hanya memfasilitasi agar tetap berjalan sesuai koridor,” katanya.
Tampilkan potensi dan kebersamaan
Selain selebrasi, acara pelepasan juga menjadi ajang menampilkan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Seluruh penampilan yang ditampilkan berasal dari siswa SMP Negeri 1 Serangpanjang sendiri.
Menurut Tatang, hal ini sengaja dilakukan agar momen pelepasan menjadi kebahagiaan bersama, tidak hanya bagi siswa kelas 9, tetapi juga adik kelas mereka.
“Semua penampilan, baik sisingaan, tari, maupun puisi, berasal dari siswa sendiri. Ini bagian dari ekskul yang kami tampilkan di momen ini,” ungkapnya.
Komite apresiasi kemandirian siswa
Ketua Komite SMP Negeri 1 Serangpanjang, Asep Suparin, turut mengapresiasi inisiatif dan kemandirian siswa dalam menyelenggarakan acara tersebut.
Baca Juga: Viral pria diduga intel masuk kampus UMY, diamankan mahasiswa usai aksi di titik nol km Yogyakarta
Menurutnya, keterlibatan aktif siswa menunjukkan keberhasilan pembinaan karakter selama di bangku sekolah.