GENMILENIAL.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga di kawasan Kantor Bupati Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026, menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial.
Aksi tersebut viral setelah massa menggunakan cara unik dengan mengenakan celana dalam di kepala sebagai simbol protes.
Aksi nyentrik ini dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan perilaku tidak bermoral atau amoral yang dituduhkan kepada sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Unggahan akun Instagram @kuninganmass turut memperlihatkan jalannya aksi tersebut.
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa aksi itu diikuti oleh masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Anti Penindasan (KORAKAP) Kuningan.
“Aksi bertajuk ‘Aksi Damai Seribu Cangcut, Pejabat Kuningan Darurat Moral’ itu, mereka menyoroti dugaan tindakan amoral pejabat,” tulis akun tersebut.
Lima pejabat disorot massa
Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyoroti dugaan keterlibatan lima orang pejabat yang dianggap terkait dengan isu perselingkuhan.
Dugaan tersebut mencakup berbagai level jabatan, mulai dari aparatur sipil negara hingga pejabat tinggi daerah.
“Di sini saya catat ada lima orang, termasuk pejabat tinggi di Kuningan,” kata Dadang Abdullah dalam orasinya.
Ia juga mendesak agar Bupati Kuningan segera mengambil tindakan tegas dengan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dan memberikan sanksi jika terbukti bersalah.
“Saya minta Pak Bupati hadir dan memanggil oknum-oknum pejabat itu di depan kita. Kalau terbukti, saya minta Pak Bupati pecat dan turunkan jabatannya,” tegas Dadang Abdullah.