Kendala muncul karena rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga pasien.
Baca Juga: Dua pemuda terancam 6 tahun penjara usai beli Pertalite 25 liter, kasusnya tuai sorotan
Kepala Dinas Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, mengungkapkan bahwa estimasi biaya pengobatan yang harus ditanggung keluarga tergolong besar.
“Sebelum operasi dilakukan, keluarga telah menandatangani persetujuan tindakan medis dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta,” ujarnya.
Kadin Sumut upayakan keringanan biaya
Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Kesehatan Sumatera Utara langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pihak rumah sakit.
Faisal menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan RS Mitra Medika Premiere untuk meminta keringanan biaya pengobatan.
Baca Juga: Isu alih fungsi lahan nanas Jalancagak mencuat, dirut PT BMN tegaskan ikon Subang tetap terjaga
“Total tagihan sebesar Rp147 juta, setelah kami komunikasikan, diberikan keringanan menjadi Rp129,574 juta,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keluarga pasien telah membayar uang muka sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan yang harus dibayarkan sekitar Rp84,574 juta.
Selain itu, pihak rumah sakit memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026 guna meringankan beban keluarga.
“Kami terus berupaya mencari solusi agar beban biaya dapat semakin berkurang,” tambah Faisal.
Menanti respons pemerintah
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terkait permohonan bantuan tersebut.