news

Usai viral menolak final ulang LCC MPR, sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak ternyata pernah bikin tesis ‘Perilaku Sosial Anak’

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:24 WIB
Mengintip sosok kepala sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati yang menarik perhatian usai viral aksi kritis siswanya di LCC MPR RI (Instagram.com/@smansaptk.informasi)

GENMILENIAL.ID – Sorotan publik terhadap polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat turut mengangkat sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati.

Namanya menjadi perhatian setelah sikap tegas sekolah yang menolak mengikuti final ulang LCC MPR viral di media sosial, menyusul aksi kritis siswanya, Josepha Alexandra alias Ocha.

Seperti diketahui, kontroversi bermula saat tim SMAN 1 Pontianak dinyatakan keliru dalam menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal tersebut menuai sorotan karena jawaban serupa yang disampaikan tim SMAN 1 Sambas justru dinilai benar oleh dewan juri.

Baca Juga: Teguran menohok Helmy Yahya soal ucapan MC LCC 4 Pilar MPR Kalbar: Pikirkan dulu sebelum bicara

Dalam momen tersebut, Ocha bersama rekan-rekannya sempat menyampaikan protes langsung di arena lomba. Namun, keberatan itu tidak diterima dengan alasan keputusan juri bersifat final.

Tegas tolak final ulang, pilih hormati hasil

Di tengah wacana final ulang yang mencuat, Indang Maryati mengambil sikap tegas dengan menolak keikutsertaan sekolahnya.

Melalui pernyataan resmi, ia memastikan SMAN 1 Pontianak tidak akan berpartisipasi jika final ulang benar digelar.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.

Baca Juga: SMAN 1 Pontianak tolak ikut final ulang LCC 4 Pilar MPR, pilih dukung SMAN 1 Sambas maju tingkat nasional

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil bukan untuk membatalkan hasil lomba, melainkan untuk memperoleh kejelasan atas proses penilaian yang dipersoalkan.

“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tambahnya.

Di sisi lain, SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil kompetisi.

Halaman:

Tags

Terkini