news

Muharram jadi momentum bangun ketangguhan sosial, Assyifa Peduli rangkul yatim dan masyarakat Desa Tambakmekar

Rabu, 16 Juli 2025 | 17:52 WIB
LAZ Assyifa Peduli bersama Pemdes Tambakmekar gelar takbir akbar dan santunan yatim, Selasa 15 Juli 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Tahun baru Islam 1 Muharram 1447 H tak hanya menjadi momen peringatan seremonial bagi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.

Melalui Assyifa Peduli dan Unit Pelayanan Masyarakat, lembaga ini menjadikan Muharram sebagai momentum memperkuat ketangguhan sosial masyarakat, khususnya di Desa Tambakmekar, Subang.

Kegiatan yang bertajuk Gebyar Muharram 1447 H ini digelar sepanjang bulan, dan berpuncak pada Selasa, 15 Juli 2025, dengan tabligh akbar dan santunan kepada 77 anak yatim.

Baca Juga: Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah

Acara ini digelar di halaman Kantor Desa Tambakmekar dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi.

Menurut Manajer Unit Pelayanan Masyarakat As-Syifa, Taufik Hidayat, kegiatan ini dirancang tidak sekadar untuk berbagi, tapi juga untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan nilai keislaman di akar rumput.

“Kami memprioritaskan Desa Tambakmekar karena di sinilah As-Syifa tumbuh dan berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi syiar sekaligus kontribusi konkret dalam peningkatan kesejahteraan sosial,” jelasnya.

Baca Juga: Menapak jejak dakwah Islam di Jembrana: Wisata religi ke makam buyut lebai dan Ustaz Ali Bafaqih

Tak hanya menyalurkan santunan yang berasal dari donatur, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat melalui berbagai lomba, rampak bedug, hingga pengajian yang menghidupkan nilai-nilai spiritual di tengah komunitas.

Peran strategis lembaga sosial

Warga setempat, Ibu Iti Darsiti, menyebut keberadaan Assyifa Peduli sebagai aset desa yang tak hanya hadir saat acara keagamaan, tetapi juga rutin membina ibu-ibu dalam bidang keagamaan dan spiritualitas.

“Assyifa Peduli itu sudah seperti bagian dari keluarga besar Desa Tambakmekar. Bukan cuma bantu yatim, tapi juga hadir membina kami lewat Bimtaq, kajian, dan penguatan nilai agama di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh di medsos, siswa Tuban temukan belatung di lauk MBG sekolah

Momentum ini juga menjadi refleksi hijrah dalam makna sosial. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur, menekankan bahwa semangat hijrah seharusnya juga berarti transformasi kolektif menuju masyarakat yang lebih tangguh, berdaya, dan peduli sesama.

Halaman:

Tags

Terkini