Terkait tindak lanjut kegiatan membatik, Yamin menyatakan bahwa akan ada pelatihan lanjutan.
"Mengingat banyak barang di sekitar kita seperti taplak meja, baju, dan sapu tangan yang bisa dibuat dengan batik, ini adalah peluang besar. Semoga di masa mendatang kelompok dampingan dapat menghasilkan karya batik yang tidak hanya formal tetapi juga bisa dipakai dalam keseharian," pungkas Yamin.
Setelah kegiatan, Yamin menyerahkan TelurMoe kepada kelompok dampingan, diikuti dengan penyerahan RendangMu dari LazisMu Jateng, serta penyerahan bantuan toilet inklusi kepada Jatam Difabel Bejen dari Danone Indonesia.
Sebagai mitra MPM, LazisMu Jateng yang diwakili oleh Dwi Swasana menjelaskan tentang produksi RendangMu dan mengajak hadirin untuk berperan dalam ketahanan pangan Indonesia.
"Kami bangga dan berterima kasih telah diundang di acara ini. LazisMu, sebagai mitra MPM, selalu ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat. RendangMu dikhususkan untuk membantu korban bencana dan kemanusiaan," kata Dwi Swasana.
"Dari 250 ekor sapi kurban, dihasilkan 1.000 kaleng rendang yang mampu bertahan selama dua tahun. Kami mengajak bapak-ibu sekalian untuk berkurban dan mengambil peran dalam ketahanan pangan negeri kita," sambungnya.
Senada dengan Yamin, Karyanto Wibowo, Direktur Danone Indonesia, juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan manfaat dan memproduksi produk halal serta thayyib.
"Ini kali kedua saya mengikuti kegiatan inklusi ini. Ini menjadi prioritas kami untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar melalui produk yang halal dan thayyib. Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah atas kerja sama ini, dan semoga ke depannya dapat ditingkatkan," ucapnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, diikuti oleh praktik membatik yang dibimbing oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta hiburan berupa penampilan pantomim dan musik dari kelompok dampingan MPM.
Di akhir kegiatan, peserta menerima bingkisan berisi makanan bergizi berupa telur, rendang, dan sayuran.