Jika dilihat dari serangan yang dilancarkan oleh Iran ini, berikut ini respons dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu:
Baca Juga: Musycab IMM Cabang Subang, Iqbal Maulana terpilih sebagai Ketua Umum periode 2024-2025
Arogansi Netanyahu
Serangan 'brutal' dari Iran tampaknya belum cukup untuk meruntuhkan arogansi Netanyahu sebagai perdana menteri Israel.
Sebab, sebenarnya perang bisa dihindari sekiranya Netanyahu bersedia menerima proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden AS Joe Biden.
Proposal tersebut salah satunya dengan mengakhiri perang dan pembebasan sisa sandera Yahudi di Gaza.
Netanyahu bersumpah akan melakukan pembalasan dengan mengatakan Iran telah membuat kesalahan besar dan akan membayar kesalahannya.
Baca Juga: Gali potensi kolaborasi pada sektor konstruksi, PT Dahana terima kunjungan PT Wikon
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menuturkan pihaknya akan membantu sekutunya Israel untuk membalas Iran.
"Kami bangga dengan tindakan yang telah kami ambil bersama Israel, untuk melindungi dan membela Israel," kata Sullivan pada hari Selasa, tanggal 1 Oktober 2024.
"Kami telah menjelaskan bahwa akan ada konsekuensi yang berat atas serang ini, dan kami akan bekerja sama dengan Israel untuk mewujudkannya," tegasnya.
Berdasarkan tanggapan Israel dan Amerika Serikat yang mengklaim akan melakukan aksi balas dendam itu, mari kita lihat kekuatan militer Iran dan Israel.
Baca Juga: HUT TNI ke-79, Polres Subang berikan kejutan kepada Dandim 0605 Subang Letkol Inf Ahmad Zaki
Jumlah Pasukan
Terkait jumlah pasukan militer yang dimiliki, Iran mempunyai 610.000 personel aktif, termasuk 350.000 personel di angkatan darat dengan 190.000 personel di Garda Revolusi.