GENMILENIAL – Terlaksananya program nasional Bappenas Pusat dan Bappeda Provinsi Papua yang bernama Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) di Provinsi Papua, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada periode 2022-2024
Adapun tujuan dari program tersebut salah satunya adalah untuk pemenuhan pangan dan gizi masyarakat di lingkup wilayah Papua, Papua Selatan, serta Papua Barat Daya.
Terbaru, Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan lima batalyon infanteri (yonif) penyangga daerah rawan (PDR) di lima daerah Provinsi Papua tersebut.
Pasukan tersebut memiliki misi khusus untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
"Ada batalyon konstruksi dan ada batalyon produksi, kami akan melaksanakan program pertanian di wilayah Papua dan batalyon-batalyon ini akan membantu," kata Agus di Lapangan Silang Monas, Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 2 Oktober 2024.
Agus juga menyampaikan, lima pasukan Yonif PDR itu ada yang bermarkas di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.
Di samping itu, ada juga pasukan yang bermarkas di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke (Provinsi Papua Selatan), dan Kota Sorong (Provinsi Papua Barat Daya).
Bercermin dari upaya TNI membentuk pasukan khusus di daerah rawan ketahanan pangan di Papua, pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peran sangat penting dalam ketahanan.
Baca Juga: Ahmad Muzani terpilih sebagai Ketua MPR RI 2024 - 2029
Papua Selatan sendiri merupakan salah satu provinsi yang menghadapi tantangan dalam sektor pertanian, dan berdampak pada masyarakatnya.
Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduknya penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, terutama pada subsektor perikanan dan tanaman pangan.
Kemudian, bagaimana perubahan dan tantangan yang dihadapi subsektor ini yang akan membawa dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat?
Berikut adalah ulasan tentang potensi dan peran sektor pertanian di wilayah Papua Selatan: