GENMILENIAL.ID - Politisi muda PDI Perjuangan dan Caleg terpilih DPRD Provinsi Jawa Barat, Bayu Satya Prawira kunjungi Kabupaten Subang dan ngopi bareng dengan para wartawan Subang di RM Bale Desa, Kamis 18 Juli 2024.
Pada kesempatan tersebut, alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro yang saat ini baru berusia 28 tahun ini juga turut memperhatikan hiruk pikuk ramainya Pilkada Subang.
Kata Bayu, Kabupaten Subang memerlukan kepemimpinan yang lebih dekat kepada masyarakat, terutama dalam hal kemudahan akses.
“Saat ini sepertinya masyarakat Subang juga butuh sosok yang lebih gampang akses, gampang untuk dimintanya, apapun itu ya,” kata Bayu pada awak media, Kamis 18 Juli 2024.
Baca Juga: Belajar bahan peledak, mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung kunjungi PT Dahana
Bayu pun juga menyebut bahwa para petani saat ini mengalami keluhan dalam hal menjual dan sulit mendapatkan keuntungan yang layak, hal itu harus menjadi perhatian dan kepekaan pemerintah kepada masyarakat.
“Petani itu yang saya tahu keluhanya sulit menjual, brokernya terlalu ngambil untung besar dan segala macam, nah itu seharusnya eksekutif di kita itu harus lebih peka kesitu sih,” ujarnya.
Selain soal petani, problem buruh di Kabupaten Subang juga memerlukan penanganan dan akses yang lebih cepat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
“Semua sektor membutuhkan akses yang cepat, yang gampang, yang mudah, itulah tugas kita, selain eksekutif legislatifnya juga harus sedikit peka, terutama di Provinsi di Dapil saya, Subang, Majalengka dan Sumedang harus lebih peka,” ungkapnya.
Sebagai anak muda dan juga pendatang baru, Bayu pun mengatakan bahwa dirinya masih membutuhkan banyak informasi yang yang banyak, begitu juga terkait dengan suksesi kepemimpinan di Kabupaten Subang.
“Untuk sosok, buat saya gak muluk-muluk, yang penting dia peka kebawah, respek kebawah dulu aja, untuk pembangunan sambil berjalan dulu, kalau dibawah ini setau saya banyak angka kemiskinan, salah satunya disini juga, di Subang,” ujarnya.
Lanjut Bayu, Wilayah Kabupaten Subang ini cukup besar, banyak arus bawah masyarakat yang membutuhkan, yang belum tersentuh oleh Pemerintah Daerah.
“Banyak yang belum terjamah, ibu-ibu, bapak-bapak, yang tua yang tidak terlihat, tidak terekspos, itu juga harus didata di dinsos, masuknya ke dinsos dan lain-lain, harus lebih peka lagi, karena wilayah Subang ini cukup besar,” tuturnya.