Sketsa wajah disebar, polisi buru terduga pelaku pengeroyokan pedagang cermin Pejompongan saat ricuh 27 Agustus

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 2 September 2026 | 18:22 WIB
Polda Metro Jaya ungkap sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat yang tewas pada 27 Agustus 2026 lalu (Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya ungkap sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat yang tewas pada 27 Agustus 2026 lalu (Polda Metro Jaya)

Polisi masih buru dua terduga pelaku

Setelah sketsa wajah diperoleh, penyidik masih melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

“Kemudian saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Iman.

Dalam menangani kasus kematian Bambang, polisi menggunakan laporan polisi model A. Laporan tersebut dibuat oleh anggota Polri yang mengetahui, mengalami, atau menemukan dugaan peristiwa pidana.

Baca Juga: 293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG, bermula saat jam makan siang

“Laporan polisi model A ini kami buat sebagai bentuk proaktif Polri di dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keberadaan negara di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan dan mengungkap apa yang terjadi,” papar Iman.

Terkait kondisi jenazah Bambang, polisi menyebut visum telah dilakukan meski keluarga menolak autopsi.

“Dengan adanya penolakan dari keluarga, visum sudah kami lakukan dan keluarga tidak keberatan dengan visum. Hasilnya sudah kami peroleh,” jelasnya.

Bambang tewas usai dikeroyok saat kericuhan

Bambang Setiawan merupakan pedagang cermin yang tinggal di kawasan bantaran rel Pejompongan, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Kaca terbuka, HP lenyap! Viral aksi jambret saat mobil berhenti di lampu merah Kelapa Gading Jakut

Ia meninggal dunia setelah diduga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal yang menyerang dan membuat kericuhan di lokasi setelah aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Menurut pengakuan istrinya, Sudarsi, Bambang telah menutup lapak jualannya sekitar pukul 16.30 WIB setelah melihat massa yang datang ke kawasan tersebut semakin banyak.

Kawasan tempat tinggal mereka kemudian masih dipenuhi massa. Saat kondisi dinilai aman, Bambang mencoba keluar rumah untuk melihat situasi di sekitar tempat tinggalnya.

Keberadaan Bambang baru diketahui sekitar pukul 04.00 WIB setelah sebuah video pengeroyokan beredar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X