Hadiri kaderisasi GP Ansor Jabar, Kang Akur titip pesan soal ekonomi masyarakat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21 WIB
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur (kanan) bersama tokoh masyarakat sekaligus shohibul bait, H. Urip Soeprianto atau Bos Urip, saat menghadiri kaderisasi GP Ansor Jawa Barat di Cigarukgak, Subang, Selasa 11 Agustus 2026
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur (kanan) bersama tokoh masyarakat sekaligus shohibul bait, H. Urip Soeprianto atau Bos Urip, saat menghadiri kaderisasi GP Ansor Jawa Barat di Cigarukgak, Subang, Selasa 11 Agustus 2026

Selain berbicara mengenai penguatan kader, Kang Akur menilai pelaksanaan kegiatan tersebut turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar lokasi acara.

Terlebih, kegiatan berlangsung di Desa Wisata Sidajaya, Kecamatan Cipunagara. Kehadiran ratusan peserta selama rangkaian kegiatan dinilai dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM di kawasan tersebut.

Baca Juga: Evakuasi dramatis 2 pekerja di Jaktim: Bagian tubuh korban sempat tertimbun usai robohnya beton drainase

"Kegiatan ini akan memberikan multiplier effect, membantu masyarakat sekitar, terbantu dengan adanya UMKM yang terlibat," ungkapnya.

Menurut Kang Akur, kegiatan organisasi yang melibatkan banyak peserta dapat sekaligus menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pelaku UMKM, usaha lokal, serta sektor pariwisata di sekitar lokasi dapat ikut merasakan manfaat dari aktivitas tersebut.

GP Ansor Jabar perkuat kaderisasi

Kegiatan kaderisasi ini mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin.

Baca Juga: Curhatan pelaku pariwisata Labuan Bajo usai viral foto liburan Jessica Mila cs di Pulau Padar

Ia menilai keberadaan instruktur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan proses kaderisasi organisasi.

"Latihan Instruktur menjadi sangat penting sekali, dan Jawa Barat jangan sampai lelah melakukan kaderisasi ini," terang Addin.

Menurut Addin, seorang instruktur tidak cukup hanya menguasai materi. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai dan ideologi organisasi serta mempersiapkan kader bagi masa depan.

"Seorang instruktur bukan hanya menyampaikan materi, tetapi penjaga nilai, penjaga ideologi, penjaga masa depan," tegasnya.

Baca Juga: MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 umumkan pemenang, siap wakili Indonesia ke ajang regional

Ia juga menekankan bahwa kaderisasi harus diarahkan untuk mencetak kader yang unggul dan memiliki prinsip yang kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X