Baca Juga: Hal tak terduga di balik kemunduran Nanik Deyang jadi kepala BGN: Diteror sampai ganti nomor HP
“Pemerintah desa sangat mendukung sepenuhnya program KDKMP. Itu terlihat dari hampir 150 desa yang sudah membentuk koperasi,” katanya.
Meski demikian, masih ada desa yang belum membentuk KDKMP, terutama karena keterbatasan lahan strategis.
“Yang belum itu umumnya terkendala lahan, karena tidak semua desa memiliki aset tanah di pinggir jalan,” jelasnya.
Aset KDKMP milik desa, bukan pengurus
Ketua Asosiasi KDKMP Banyuwangi, Imam Maskun, menegaskan seluruh aset KDKMP tetap menjadi milik desa atau kelurahan, bukan milik pengurus koperasi.
“Bangunan, mobil, hingga peralatan yang ada di KDKMP adalah milik desa, bukan milik pengurus,” ujarnya.
Ia menambahkan, KDKMP harus dijalankan secara bersama-sama sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat ekonomi desa dan memutus rantai kemiskinan.
Dorongan langkah strategis
Ketua Bidang Pemberdayaan KDKMP Dekopinwil Jawa Timur, Satrio Oetomo Sapto Amin, menekankan pentingnya langkah strategis agar potensi besar KDKMP tidak berhenti pada wacana.
“Potensi besar ini harus diwujudkan melalui langkah konkret, tidak bisa hanya sekadar retorika,” ujarnya.
Baca Juga: Muharram 1448 H: PKK Subang ajak warga tak abai pada nasib anak yatim
Menurutnya, terbentuknya Asosiasi KDKMP menjadi bukti keseriusan Banyuwangi dalam menjalankan koperasi sebagai program strategis nasional berbasis desa.
Koperasi harus berdampak nyata
Artikel Terkait
Budi Gunawan: Koperasi harus jadi stabilisator ekonomi desa, bukan alat untung sepihak
Tinjau KDKMP di Karawang–Subang, Wakil Panglima TNI dorong penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Merah Putih
Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Presiden genjot ketahanan pangan, Kapolres Subang siap kawal program
Progres Koperasi Merah Putih di Subang capai 85 persen, terkendala lahan dan perizinan
Puluhan cator dibagikan, Kodim 0605 Subang percepat operasional Koperasi Desa Merah Putih
Kemhan beberkan kronologi 5 calon manajer KDKMP-KNMP yang meninggal dunia: Henti jantung hingga TBC
Kopdes Merah Putih dibayangi isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun, sang menteri koperasi malah ngaku tak tahu