Muharram 1448 H: PKK Subang ajak warga tak abai pada nasib anak yatim

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 22 Juli 2026 | 23:36 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam Gebyar Muharram 1448 H di Masjid Agung Al-Musabaqoh sebagai simbol kepedulian sosial, Selasa 21 Juli 2026 (Dok. Istimewa)
Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam Gebyar Muharram 1448 H di Masjid Agung Al-Musabaqoh sebagai simbol kepedulian sosial, Selasa 21 Juli 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang untuk mengangkat isu kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim yang masih kerap terabaikan.

Melalui kegiatan Gebyar Muharram yang digelar di Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang, Selasa 21 Juli 2026, pesan yang disampaikan tak sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga ajakan konkret untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar.

Kepedulian anak yatim jadi sorotan

Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menegaskan bahwa Muharram merupakan momen penting untuk refleksi diri sekaligus memperkuat empati sosial.

Baca Juga: Dilantik jadi kepala BGN yang baru, Sudaryono: Saya dan keluarga tidak punya dapur SPPG

Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim tidak boleh hanya muncul saat momen tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari kepedulian sehari-hari.

“Momentum ini menjadi pengingat agar kita terus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata, sebanyak 25 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Aksi ini menjadi simbol bahwa kepedulian sosial perlu diwujudkan dalam tindakan langsung.

Muharram sebagai ajang muhasabah

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Agustine Rosyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan muhasabah diri.

Baca Juga: Soal Nanik S Deyang jadi Dewas BGN, Istana pertimbangkan pengalaman urusi MBG

Ia menilai semangat hijrah Nabi Muhammad SAW harus dimaknai sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam memperhatikan sesama.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pengurus PKK, organisasi perempuan, dan masyarakat.

Dorongan aksi nyata, bukan sekadar seremoni

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X