Menurutnya, hal itu justru dapat memberikan pesan yang kurang baik, terutama bagi pelajar, seolah kesalahan individu dapat ditanggung oleh lembaga.
Ia bahkan menyarankan agar pihak yang bersangkutan datang langsung ke sekolah untuk menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa.
Baca Juga: Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Presiden genjot ketahanan pangan, Kapolres Subang siap kawal program
Sikap MPR: Sudah diwakili institusi
Di sisi lain, Ketua MPR RI Ahmad Muzani memiliki pandangan berbeda.
Ia menyebut bahwa permintaan maaf yang telah disampaikan oleh pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR RI sudah mewakili seluruh pihak, termasuk para juri.
Menurutnya, kegiatan LCC tersebut merupakan agenda kelembagaan, sehingga tanggung jawab juga berada pada institusi, bukan individu semata.
Pernyataan ini menegaskan adanya perbedaan sikap antara pihak MPR dan kalangan pendidik terkait bentuk pertanggungjawaban atas kontroversi tersebut.***
Artikel Terkait
Viral ‘mungkin hanya perasaan adik-adik’, MC LCC MPR RI Shindy Lutfiana minta maaf usai tuai kritik
Josepha Alexandra cs tiba di Jakarta usai viral protes LCC Kalbar, dijadwalkan temui ketua MPR
Usai skandal LCC MPR, kini viral dugaan status WA milik juri Indri Wahyuni yang dinilai menantang balik warganet
Bertemu Wapres Gibran usai viral koreksi juri LCC MPR, Josepha Alexandra: Diberi motivasi dan trik debat
SMAN 1 Pontianak tolak ikut final ulang LCC 4 Pilar MPR, pilih dukung SMAN 1 Sambas maju tingkat nasional
Teguran menohok Helmy Yahya soal ucapan MC LCC 4 Pilar MPR Kalbar: Pikirkan dulu sebelum bicara
Usai viral menolak final ulang LCC MPR, sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak ternyata pernah bikin tesis ‘Perilaku Sosial Anak’