Detik-detik mencekam tsunami hokkaido: Kami semua bergerak cepat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 30 Juli 2025 | 17:34 WIB
Tangkapan layar rekaman video amatir yang disebut sebagai gelombang tsunami di pesisir pantai Jepang, pada Rabu, 30 Juli 2025 (X.com/@RizwanShah)
Tangkapan layar rekaman video amatir yang disebut sebagai gelombang tsunami di pesisir pantai Jepang, pada Rabu, 30 Juli 2025 (X.com/@RizwanShah)

GENMILENIAL.IDHokkaido, Jepang, sempat dilanda kepanikan pada Rabu pagi, 30 Juli 2025, usai peringatan tsunami dikeluarkan menyusul gempa besar magnitudo 8,7 yang mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia.

Suara sirene memecah keheningan pagi, memaksa warga untuk segera mengevakuasi diri.

Minori Yoshida, pegawai bank di Kota Kushiro, mengaku hanya punya waktu sekitar 20 menit sebelum gelombang diperkirakan tiba.

Telepon genggamnya berdering, menampilkan pesan darurat yang tak biasa.

Baca Juga: Prabowo kenang Kwik Kian Gie sebagai tokoh Ekonomi Pancasila dan putera terbaik bangsa

"Peringatan tsunami, segera evakuasi ke dataran tinggi," begitu bunyi notifikasi yang dilaporkan Japan Times.

Yoshida dan rekan-rekannya tak membuang waktu. Mereka langsung menuju gedung manajemen bencana lima lantai yang tak jauh dari kantornya.

"Kami semua bergerak cepat sesuai instruksi kantor," ujarnya kepada media lokal Jepang itu.

Di lantai lima gedung tersebut, sudah ada sekitar 50 orang lebih dahulu berkumpul.

Bukan hanya pekerja kantor, tetapi juga warga sekitar dan turis yang kebetulan berada di pesisir.

Baca Juga: Sri Mulyani tegaskan penarikan PPh oleh Marketplace bukan aturan baru, fokus pada kepastian hukum

Tak sampai setengah jam, jumlahnya bertambah hingga 100 orang.

Meski situasinya genting, kondisi di dalam gedung evakuasi tetap tertib.

Air minum disediakan, toilet berfungsi, dan sebagian warga terlihat saling mengobrol untuk menenangkan diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Japan Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X