Wamenkomdigi Nezar Patria soroti Deepfake: Perempuan dan anak jadi korban terbesar

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 27 Juli 2025 | 01:44 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (komdigi.go.id)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (komdigi.go.id)

GENMILENIAL.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyoroti maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan deepfake yang kian mengancam keselamatan perempuan dan anak.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat, 25 Juli 2025, Nezar menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital di satu sisi membuka peluang besar untuk kemajuan, namun di sisi lain turut memperbesar celah kejahatan siber.

“Gelombang perkembangan teknologi membuka peluang luar biasa, tapi juga membuka celah ancaman,” kata Nezar.

Baca Juga: Erick Thohir tegaskan Timnas U-23 tak boleh gentar hadapi Vietnam: Jangan biarkan mereka injak home base kita!

Ia menyebut teknologi deepfake, yakni manipulasi visual dan audio yang menyerupai kenyataan—telah menjadi alat kejahatan digital yang meresahkan.

Data dari Sensity AI menunjukkan peningkatan 550 persen kasus deepfake sejak 2019, dengan 90 persen di antaranya digunakan untuk tujuan berbahaya.

“Yang paling terdampak adalah perempuan dan anak. Sebanyak 11 persen perempuan usia 15 sampai 29 tahun pernah mengalami kekerasan berbasis gender online,” ungkap Nezar.

Baca Juga: Indonesia lolos ke Final AFF U-23, Erick Thohir soroti pemulihan dan mental juara Garuda Muda

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS, yang mengatur penyelenggaraan sistem elektronik secara lebih ketat.

Nezar juga menekankan pentingnya literasi digital di masyarakat, terutama untuk mengenali konten manipulatif, menjaga data pribadi, serta memanfaatkan AI secara positif.

“AI seharusnya menjadi teman untuk berimajinasi dan berinovasi, bukan untuk membahayakan atau merugikan orang lain,” tegasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X