Tokoh agama jadi mitra strategis Polri, Kapolres Subang bangun jembatan harmoni untuk Kamtibmas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 17 Juli 2025 | 22:26 WIB
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono bersilaturahim dengan Ketua MUI Subang KH. Abdul Manaf dan sejumlah tokoh agama pada Kamis 17 Juli 2025 (Dok. Istimewa)
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono bersilaturahim dengan Ketua MUI Subang KH. Abdul Manaf dan sejumlah tokoh agama pada Kamis 17 Juli 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDTokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga ketenangan sosial dan stabilitas wilayah.

Menyadari hal itu, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menggencarkan pendekatan kultural dengan menjalin silaturahmi ke sejumlah pusat organisasi keagamaan, Kamis 17 Juli 2025.

Dalam sehari, Kapolres mengunjungi empat titik utama yakni Kantor MUI Kabupaten Subang, PCNU Kabupaten Subang, PD Muhammadiyah Kabupaten Subang, dan Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah.

Baca Juga: Uang kompensasi pedagang ditilep oknum, kasusnya dilaporkan ke polisi

Langkah ini bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan masyarakat (community resilience) lewat kolaborasi dengan kekuatan moral umat.

“Peran para ulama, kiai, dan pemimpin umat sangat penting sebagai penyejuk di tengah masyarakat. Kami tidak bisa sendiri menjaga Kamtibmas, perlu dukungan moril, spiritual, dan sosial dari para tokoh agama,” ujar AKBP Dony.

Ia menekankan pentingnya membangun jembatan harmoni di tengah keberagaman Subang yang religius.

Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan kekuatan narasi damai dan keteladanan dari para pemuka agama.

Baca Juga: Istana jelaskan status Bobby Kertanegara, kucing Presiden Prabowo yang dikawal polisi: Properti negara

Respons positif datang dari tokoh-tokoh yang ditemui. Ketua MUI Kabupaten Subang KH. Abdul Manaf menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya selalu siap mendukung tugas-tugas Polri, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat dan mencegah potensi konflik sosial.

Hal serupa disampaikan Ketua PCNU Subang KH. Satibi, Ketua PD Muhammadiyah H. Kelly Subagio, dan pimpinan Ponpes Raudlatul Hasanah KH. M. Abdul Mu’min.

Mereka bersepakat bahwa silaturahmi ini harus dijaga sebagai ruang komunikasi aktif untuk menyikapi dinamika masyarakat, termasuk potensi radikalisme, intoleransi, hingga kenakalan remaja.

Silaturahmi ini sekaligus menjadi upaya merawat keseimbangan sosial di akar rumput, di mana pesan-pesan moral tokoh agama bisa menjadi penangkal krisis dan pemecah ketegangan sosial sejak dini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X