Ramai dugaan pelat nomor mobil penabrak mahasiswa UGM diganti, polisi: Ada motif mengaburkan barang bukti

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 28 Mei 2025 | 23:16 WIB
Ilustrasi garis pembatas dalam sebuah insiden kecelakaan dari pihak kepolisian (Unsplash.com/David von Diemar)
Ilustrasi garis pembatas dalam sebuah insiden kecelakaan dari pihak kepolisian (Unsplash.com/David von Diemar)

GENMILENIAL.ID - Kasus kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Argo Ericko Achfandi, kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan perubahan pelat nomor pada mobil penabrak.

Argo tewas usai ditabrak mobil BMW saat berkendara di Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman, pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025.

Mobil BMW tersebut diduga dikendarai oleh mahasiswa UGM lainnya, Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan, yang kini telah diamankan oleh Polres Sleman.

Baca Juga: Momen Macron tanya lukisan Soekarno di Istana, Prabowo jawab dengan bangga: Presiden pertama kami

Publik sempat mempertanyakan kejanggalan perubahan pelat nomor kendaraan. Saat diangkut dari lokasi kejadian, mobil berpelat F, namun berubah menjadi pelat B saat berada di Polsek Ngaglik.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, mengonfirmasi adanya upaya penggantian pelat nomor tanpa sepengetahuan petugas.

“Pada saat kejadian, kendaraan menggunakan pelat nomor F 1206. Namun setelah diamankan, tanpa diketahui petugas, pelat itu diganti menjadi B 1442 NAC,” ujar Edy dalam konferensi pers di Polresta Sleman, Rabu, 28 Mei 2025.

Polisi telah mengamankan pelaku yang mengganti pelat nomor dan akan menjeratnya karena upaya mengaburkan barang bukti.

Baca Juga: Dedi Mulyadi klaim dua kali diteror ular kobra: Jangan dong, nanti yang ketiganya kamu apes

“Kami amankan pelakunya. Kami proses karena ini bagian dari pengupayaan mengaburkan barang bukti,” tambahnya.

Edy menjelaskan, pelat diganti saat mobil terparkir di belakang Polsek Ngaglik. Aksi pelaku terekam CCTV.

“Itu mobil parkir di belakang. Mereka berkumpul di situ, dan tiba-tiba mengganti pelat tanpa sepengetahuan kami,” ungkapnya.

Polisi memastikan pelaku bukan anggota kepolisian.

“Bukan anggota. Tidak ada anggota saya yang mengganti. Untuk apa? CCTV-nya sudah ada. Orangnya kini dalam pemeriksaan,” tegas Edy.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X