GENMILENIAL.ID - Semakin pesatnya perkembangan teknologi membawa kita pada era digital yang semakin canggih.
Ponsel menjadi salah satu produk teknologi yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan termasuk bagi anak-anak.
Namun, seiring dengan kemudahan yang ditawarkan oleh perangkat ini, muncul pula keprihatinan terhadap potensi dampak buruk radiasi ponsel bagi anak-anak.
Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel dan perangkat nirkabel lainnya telah menjadi topik kontroversial selama beberapa dekade terakhir.
Meskipun ada bukti yang bertentangan, para ahli kesehatan dan peneliti telah menyelidiki potensi risiko kesehatan jangka panjang yang ditimbulkan oleh paparan radiasi ponsel, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
Salah satu keprihatinan utama adalah perkembangan otak anak. Sejak saat lahir hingga remaja, otak anak sedang dalam tahap perkembangan yang sangat penting.
Beberapa penelitian awal telah menunjukkan kaitan antara paparan radiasi ponsel dan risiko perkembangan gangguan perilaku dan kognitif pada anak-anak.
Meskipun penelitian ini masih harus diverifikasi dan dikaji lebih lanjut, kekhawatiran terhadap potensi risiko ini tak bisa diabaikan begitu saja.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of the American Medical Association (JAMA) Pediatrics pada tahun 2019 menemukan bahwa anak-anak yang terpapar radiasi elektromagnetik lebih dari dua jam per hari memiliki peningkatan risiko gangguan hiperaktif dan kehilangan kemampuan mengendalikan impuls mereka.
Penelitian ini melibatkan ribuan anak di berbagai usia dan menyajikan temuan yang mengkhawatirkan bagi para orangtua.
Baca Juga: Panji Gumilang penuhi panggilan Bareskrim Polri, wartawan dan pengawal ricuh saling dorong
Tak hanya masalah perkembangan otak, paparan radiasi ponsel juga dikaitkan dengan risiko kanker.