Karena itu, pemeriksaan rutin sebaiknya menjadi kebiasaan sebelum kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh maupun aktivitas harian.
Gaya berkendara turut berpengaruh terhadap pemakaian energi dan keausan komponen. Akselerasi secara bertahap serta pengereman yang halus dapat membantu menjaga kenyamanan berkendara.
Baca Juga: Mobil BYD gagal uji tabrak, ANCAP cuma kasih 3 bintang
Simpan baterai dengan kondisi yang tepat
Jika motor listrik tidak digunakan dalam waktu lama, pemilik perlu memperhatikan cara penyimpanannya.
Baterai sebaiknya tidak dibiarkan kosong total selama masa penyimpanan karena kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan baterai.
Sebagai panduan umum, baterai dapat disimpan dalam kondisi terisi sebagian, sekitar 50 hingga 70 persen, apabila sesuai dengan rekomendasi produsen.
Kendaraan juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang sejuk, kering, dan terlindung dari paparan panas berlebihan.
Baca Juga: Empat mobil hangus di parkiran TIS Square, Damkar ungkap titik awal api dari BMW
Untuk penyimpanan jangka panjang, periksa buku panduan kendaraan mengenai tingkat pengisian daya yang dianjurkan serta jadwal pemeriksaan baterai.
Dengan menerapkan kebiasaan pengisian daya yang tepat, menjaga kebersihan komponen kelistrikan, memeriksa rem dan ban, serta memperhatikan kondisi baterai saat disimpan, pemilik motor listrik dapat membantu menjaga performa kendaraannya tetap prima.
Perawatan rutin tersebut juga dapat membantu pemilik mengenali potensi masalah lebih awal sehingga kendaraan tetap nyaman dan aman digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari.***