GENMILENIAL.ID – Pernahkah kamu merasa tak nyaman saat seseorang bertanya, "Kapan nikah?" atau "Gajinya berapa sekarang?"
Meski terdengar sepele atau dianggap basa-basi, pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa menjadi bentuk gangguan terhadap privasi.
Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, kita justru perlu lebih bijak menjaga batasan.
Bukan hanya soal data pribadi, tetapi juga tentang kehidupan, pilihan, dan kenyamanan seseorang.
Baca Juga: Tinjau jalan rusak di Cipunagara, Kang Rey janji perbaikan mulai Juni
Privasi bukan sekadar rahasia
Privasi adalah hak dasar yang dimiliki setiap orang. Ia mencakup ruang personal—baik secara fisik, emosional, maupun sosial—yang ingin dijaga tanpa intervensi atau penilaian dari pihak luar.
Bertanya tentang:
- Status pernikahan,
- Rencana punya anak,
- Penghasilan,
- Kondisi kesehatan,
- Atau bahkan pilihan karier,
Semua itu bisa saja menyentuh luka, trauma, atau sekadar membuat orang merasa tidak dihargai.
Baca Juga: Anak Semua Bangsa: Menjadi Indonesia, menjadi kemanusiaan
Niat baik tak selalu diterima baik
Tidak semua pertanyaan harus dijawab. Dan tidak semua niat baik diterima dengan senang hati.
Di banyak kasus, pertanyaan yang terdengar 'biasa saja' bisa menjadi tekanan sosial, terutama bagi mereka yang tengah berjuang dengan masalah pribadi.
Alih-alih mempererat hubungan, pertanyaan seperti ini justru bisa menjauhkan atau menimbulkan rasa tidak nyaman.
Baca Juga: Bumi Manusia: Ketika pena menjadi senjata melawan penjajahan
Mulailah dari empati
Sebelum bertanya, mari biasakan diri untuk: