Selain itu, keju mengandung asam linoleat konjugasi (CLA) yang telah terbukti memiliki efek positif terhadap kesehatan jantung.
4. Mengandung probiotik
Keju yang difermentasi, seperti keju Swiss dan keju cheddar, mengandung probiotik bakteri baik yang mendukung kesehatan pencernaan.
Probiotik membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan pencernaan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Keju dengan kultur probiotik juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan pencernaan.
Baca Juga: Andre Taulany gugat cerai istrinya Rien Wartia Trigina, ini alasanya
5. Menyediakan nutrisi tambahan
Selain kalsium dan protein, keju juga mengandung berbagai vitamin dan mineral tambahan seperti vitamin A, B12, dan zinc.
Vitamin A mendukung kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh, vitamin B12 penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf, sementara zinc berperan dalam penyembuhan luka dan metabolisme.
Meskipun keju menawarkan berbagai manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar, terutama bagi mereka yang memantau asupan lemak dan sodium.
Pilihlah keju yang rendah lemak atau konsumsi keju dengan bijak untuk mendapatkan manfaatnya tanpa risiko kesehatan.
Baca Juga: Wakili Desa Tambakmekar, Masjid Al Furqon Rancabogo ikuti Lomba Masjid Teladan K3
Dengan demikian, keju tidak hanya memperkaya rasa makanan tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan.
Menyertakan keju dalam diet Anda, terutama jenis yang dipilih dengan hati-hati, dapat menjadi langkah positif untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.***