Terapi yang sering digunakan termasuk Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dan terapi trauma berbasis EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing).
Penting bagi penderita DID untuk bekerja dengan profesional kesehatan mental yang berpengalaman dalam gangguan disosiatif.
Dukungan dari keluarga dan teman juga sangat penting. Memahami bahwa DID adalah respon terhadap trauma dan bukan tanda kelemahan atau ketidakstabilan moral dapat membantu dalam memberikan dukungan yang diperlukan.
Baca Juga: Jadi sorotan publik, Kementerian PUPR pastikan kualitas tol MBZ sesuai prosedur
Kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder adalah gangguan kompleks yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan penderitanya.
Meskipun sulit untuk dipahami dan dihadapi, dengan perawatan yang tepat dan dukungan yang memadai, individu dengan DID dapat menjalani kehidupan yang lebih stabil dan bermakna.
Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kondisi ini untuk mengurangi stigma dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi mereka yang terdampak.***