Bakteri ini tersebar melalui air yang terkontaminasi oleh urine hewan, seperti tikus.
Baca Juga: Menelusuri tanda orang munafik, wajah ganda yang mengelabui, ini 5 tandanya!
Penggunaan alas kaki yang tepat dan menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko penularan leptospirosis.
4. Diare dan penyakit pencernaan lainnya
Genangan air yang tercemar dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri dan virus penyebab penyakit pencernaan.
Penggunaan air bersih untuk minum dan memasak, serta menjaga kebersihan sanitasi, dapat membantu mencegah penyakit diare dan sejenisnya.
5. Demam Tifoid
Air yang tercemar juga dapat menjadi penyebab penyebaran bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid.
Pemantauan ketat terhadap kebersihan air minum dan sanitasi lingkungan menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Baca Juga: Jangan anggap sepele, 7 kebiasaan ini akan ganggu kualitas tidur
6. Penyakit kulit dan jamur
Kelembapan yang tinggi pada musim hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab penyakit kulit.
Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian, serta menghindari pemakaian pakaian yang lembap, dapat membantu mencegah infeksi kulit.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan yang muncul selama musim hujan.
Pemerintah setempat juga perlu melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk kampanye penyuluhan dan distribusi obat-obatan yang diperlukan.