karir-bisnis

Menkeu Purbaya soroti Rp425 triliun mengendap di BI, sebut biang susahnya cari kerja di RI

Kamis, 18 September 2025 | 03:22 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan adanya dana ratusan triliun yang mengendap di Bank Indonesia (Dok. LPS)

GENMILENIAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terdapat dana pemerintah sebesar Rp425 triliun yang mengendap di Bank Indonesia (BI).

Kondisi itu dinilainya menjadi salah satu penyebab masyarakat kesulitan mencari pekerjaan.

“Ratusan triliun rupiah ini hasil pungutan pajak dan penerimaan negara lain, tapi hanya mengendap dan tidak bisa dipakai perbankan,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 10 September 2025.

Baca Juga: Hakim Djuyamto akui terima suap Rp40 miliar di kasus vonis lepas CPO

Ia menegaskan, dana yang terlalu lama tertahan membuat sistem keuangan 'kering'. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi melambat dan peluang kerja semakin terbatas.

“Dalam 1–2 tahun terakhir orang susah cari kerja karena ada kesalahan kebijakan di situ, moneter dan fiskal,” ucapnya.

Tarik Rp200 triliun ke bank swasta

Untuk mengatasi masalah tersebut, Purbaya menyatakan akan menarik Rp200 triliun dari dana yang mengendap di BI.

Ia menambahkan langkah ini sudah mendapatkan restu Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: DPR kritisi target ekonomi 7 persen Menkeu Purbaya: PHK masih tinggi, daya beli lemah

Rencananya, dana tersebut akan ditempatkan di bank swasta agar bisa berputar, mendorong pertumbuhan kredit, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi.

“Bank enggak akan mendiamkan uang itu, mereka pasti mencari return lebih tinggi. Dari situlah kredit bisa tumbuh,” ujarnya.

Purbaya menekankan, kebijakan ini bukan sekadar menaruh dana di bank, melainkan memaksa perbankan lebih aktif menggerakkan pasar.

Ia juga meminta BI tidak menarik kembali dana yang sudah dialihkan.

Halaman:

Tags

Terkini