karir-bisnis

Kesepakatan dagang Trump–Prabowo dikritik, warga AS: Konsumen Amerika yang bayar 19 persen tarif!

Jumat, 18 Juli 2025 | 18:37 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) (Instagram/prabowo)

GENMILENIAL.ID – Kesepakatan dagang antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menuai sorotan tajam, khususnya dari warga Amerika sendiri.

Dalam kesepakatan itu, barang-barang dari Amerika bebas masuk ke Indonesia tanpa bea, sementara produk dari Indonesia dikenakan tarif 19 persen saat masuk ke pasar AS.

Pemerintah kedua negara menyebut perjanjian ini sebagai langkah bersejarah untuk memperkuat hubungan ekonomi.

Namun, sejumlah warga AS menilai kebijakan ini justru membebani konsumen dalam negeri.

Baca Juga: Pesta rakyat berujung tragedi: Tiga tewas dalam acara syukuran pernikahan anak Gubernur Jabar di Garut

Kritik keras salah satunya datang dari akun TikTok @nic6867, yang unggahannya viral pada Rabu, 16 Juli 2025.

Dalam videonya, ia menjelaskan secara lugas bahwa tarif 19 persen itu bukan ditanggung produsen, tapi konsumen Amerika.

"Itu tarif 19 persen untuk segala sesuatu dari Indonesia yang diimpor ke Amerika Serikat. Artinya, konsumen Amerika yang akan membayarnya," ujar Nick.

Ia menilai, Indonesia justru diuntungkan karena tidak ada tambahan bea untuk produk-produk asal AS yang masuk ke pasar domestik.

Baca Juga: Batal gabung Lyngby, masa depan Nathan Tjoe A On di level klub masih menggantung

"Produk Amerika yang ke Indonesia, mereka tidak membayar apa-apa untuk itu. Orang Amerika yang akan membayarnya," katanya lagi.

Kesepakatan ini sebelumnya digadang-gadang sebagai strategi Trump untuk mendorong ekspor produk-produk buatan AS ke Asia Tenggara.

Namun di sisi lain, warga Amerika mulai mempertanyakan siapa sebenarnya yang diuntungkan dari skema ini.

Hingga saat ini, pemerintah AS belum memberikan respons resmi atas kritik yang berkembang di dalam negeri.***

Halaman:

Tags

Terkini