GENMILENIAL.ID - Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, terus memperluas perlindungan terhadap risiko pertanian melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target swasembada pangan dan ketahanan nasional.
Hingga akhir 2024, AUTP yang dijalankan melalui PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) telah mencakup lebih dari 278 ribu hektare lahan pertanian dan melindungi hampir 500 ribu petani di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi tegaskan pentingnya ketertiban umum sebagai fondasi pembangunan Jawa Barat
Di Jawa Barat, tercatat sekitar 90 ribu hektare sawah telah diasuransikan dengan nilai klaim mencapai Rp10,8 miliar, yang disalurkan kepada 272 kelompok tani.
Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan cakupan perlindungan terbesar, mencapai lebih dari 40 ribu hektare sawah.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Melalui perlindungan risiko yang diberikan Jasindo, IFG berperan aktif mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan dan ketahanan nasional yang berkelanjutan,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, Jumat 16 Mei 2025.
Denny menambahkan, program AUTP menjadi solusi strategis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti cuaca ekstrem akibat perubahan iklim, serta serangan hama dan penyakit tanaman.
Baca Juga: Subang perkuat sinergi keamanan daerah lewat MoU ketertiban umum
Menurutnya, asuransi pertanian tidak hanya memberikan perlindungan terhadap kerugian, tetapi juga meningkatkan keberanian petani dalam berproduksi dan berinvestasi.
Selain memberikan perlindungan atas risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan hama, Jasindo juga aktif dalam meningkatkan literasi asuransi di kalangan petani.
Sejumlah tim edukasi lapangan diterjunkan ke berbagai daerah untuk memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya perlindungan risiko dalam pertanian.
Sebagai holding strategis BUMN, IFG menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan melalui perlindungan sektor pertanian.***