GENMILENIAL.ID - Hobi dan bisa berbuat banyak untuk orang banyak, itulah yang menjadi awal sosok pengusaha dan politisi Otok Byantoro terjung ke dalam dunia politik yang ada di Kabupaten Subang.
Lelaki asal Jogja ini juga mengungkapkan bahwa awal ia datang merantau ke Kabupaten Subang sejak tahun 2008 silam dan memulai karirnya sebagai buruh pabrik.
“Saya berangkat merantau itu menjadi buruh pabrik, kemudian menjadi direktur, kemudian menjadi penjual baso, kemudian jadi pengusaha juga,” kata Otok Byantoro pada GenMilenial.id, Minggu 4 Agustus 2024.
Terkait dunia politik, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PAN Subang ini mengatakan bahwa dirinya hobi berorganisasi sejak kecil.
Baca Juga: Hengkang dari kandang banteng, Niko Rinaldo melawan ketidakadilan
“Hobi saya berorganisasi dari kecil, ya seneng aja, menyalurkan hobi aja ke dunia politik, karena ternyata di politik itu kita bisa berbuat banyak yang bisa bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.
Direktur operasional PT Kwanglim, ini juga kini mulai melebarkan sayap usahanya dengan mendirikan sebuah kafe yang diberi nama kafe batik untuk berjualan baso di Jl. Ampera Desa No.22, Blendung.
Kata Otok, semakin dia banyak mendirikan unit-unit usahanya, semakin banyak memberikan manfaat dan lapangan pekerjaan bagi orang banyak, khususnya juga warga Kabupaten Subang.
“Makanya saya kan termasuk mendirikan kafe jualan baso ini juga kan penginya begitu, memperluas, nanti dari jualan baso bisa menjual kemana-mana kalau punya gerobak banyak,” ungkapnya.
Baca Juga: Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020
Otok pun mengatakan bahwa kiprahnya sekarang di politik sebagai Ketua Bappilu PAN Subang didukung oleh keluarga dan anak-anaknya.
“Keluarga turut mendukung, jadi kalau dari keluarga saya itu anak kelima dari lima bersaudara,” ujarnya.
Begitu juga dengan anak-anaknya, Direktur operasional perusahaan garmen yang saat ini memiliki 2000 karyawan ini mengatakan bahwa saat ini istti dan anak juga turut mendukung dirinya masuk di dunia politik.
“Kalau anak sekarang ada lima, yang nomor satu sudah kerja di Jakarta, nomor dua itu baru lulus, nomor tiga kuliah, nomor empat baru saja masuk kuliah, nomor lima masih SMP,” ucapnya.