entertainment

Ramai kontroversi show ‘Mens Rea’, Pandji Pragiwaksono tegaskan materinya murni komedi dan kritik sosial

Selasa, 3 Februari 2026 | 19:37 WIB
Menyoroti penuturan komika, Pandji Pragiwaksono setelah materi komedinya dalam show Mens Rea dinilai bikin gaduh di medsos (Instagram.com/@panji.pragiwaksono)

GENMILENIAL.ID — Komika sekaligus artis Pandji Pragiwaksono angkat bicara terkait sederet kontroversi yang muncul usai penayangan pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang kini tersedia di platform streaming Netflix.

Show yang dirilis pada akhir Desember 2025 itu belakangan menuai sorotan publik di media sosial.

Sejumlah potongan materi lawakan Pandji dinilai kontroversial hingga berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian dengan tudingan penghinaan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan dugaan penistaan agama.

Pandji merespons isu tersebut saat berbincang dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube Denny Sumargo, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca Juga: Sertijab Wakapolres Subang, Kompol Asep Agustoni resmi gantikan Kompol Endar Supriyatna

Makna judul Mens Rea dan tuduhan niat jahat

Pandji menjelaskan bahwa judul Mens Rea diambil dari istilah hukum yang berarti 'niat jahat'. Namun, menurutnya, pemilihan judul tersebut justru ingin menegaskan bahwa materi yang dibawakannya sama sekali tidak dilandasi niat buruk.

Ia menegaskan, pertunjukan tersebut merupakan karya seni komedi yang dikemas sebagai kritik sosial, di mana penonton secara sadar membeli tiket untuk menonton pertunjukan stand up comedy.

“Kaget sih sejujurnya. Karena saya kan memantau betapa riuhnya ini. Maksud saya, ini kan hanya bercanda, ini kan komedi,” ujar Pandji.

Meski demikian, Pandji mengakui dirinya menerima informasi bahwa terdapat sekitar sepuluh laporan polisi yang dilayangkan terkait materi Mens Rea.

Baca Juga: 6 Kelebihan Nike Backpack, tas serbaguna untuk kuliah, kerja, hingga traveling

Soal tuduhan menghina fisik Wakil Presiden

Pandji mengungkapkan, laporan yang masuk setidaknya mempersoalkan dua isu utama. Pertama, tudingan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Pandji, materi yang dipermasalahkan berkaitan dengan kondisi seseorang yang terlihat mengantuk. Ia menilai penyebutan kondisi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai penghinaan fisik.

Halaman:

Tags

Terkini