"Ributnya itu, saya kan kerjanya ribut, kelompok atas nama agama, waktu itu saya pakai iket gini, ribut," ungkap Dedi.
"Bilang sampurasun, ribut. Pakai iket katanya musyrik, kafir, didemo. Waktu itu saya belum menguasai media sosial," tambahnya.
Pertemuan tersebut berlangsung santai namun penuh makna, memperlihatkan pentingnya dialog antardaerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelestarian budaya.***