Sebelum band tersebut resmi terbentuk, Melvianty memang sudah lebih dulu bekerja sama dengan Irfan.
Dalam band tersebut, ia dipercaya menjadi vokalis utama. Candukustik sendiri beranggotakan empat personel, yakni vokalis, gitaris, bassis, dan drummer.
Baca Juga: MBG disebut bakal diurus kantin sekolah, mirip pembagian makan siswa yang diterapkan Jepang?
Dalam beberapa kesempatan, mereka juga menambah keyboardist untuk kebutuhan event tertentu seperti pernikahan.
Sejak terbentuk, Candukustik aktif tampil di berbagai panggung, mulai dari kafe hingga acara wedding. Salah satu tempat yang rutin mereka isi adalah Komuna Kafe di Subang.
Selain itu, mereka juga pernah tampil di event besar seperti Subang Fest pada Oktober 2025.
Fleksibel genre, fokus di pop
Dalam bermusik, Candukustik tidak terpaku pada satu genre tertentu. Mereka cukup fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan panggung dan permintaan penonton.
“Kalau aku pribadi suka reggae, tapi kalau band sekarang lebih sering bawain pop. Kadang juga dangdut atau lainnya tergantung request,” jelas Melvianty.
Fleksibilitas ini menjadi salah satu kekuatan Candukustik dalam menjaga eksistensi di berbagai jenis acara.
Musik sebagai bagian dari hidup
Bagi Melvianty, musik memiliki makna yang sangat mendalam. Ia menganggap musik sebagai sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya.
“Musik itu setara dengan oksigen, jadi kayak napas. Bisa jadi refleksi juga,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Kondisi terkini Fiersa Besari yang dievakuasi dari Puncak Carstensz, begini insiden yang dialami tim ekspedisi yang diikuti sang musisi
Puluhan musisi Indonesia tuntut kepastian hukum soal royalti ke MK, mulai dari Armand Maulana hingga Bernadya
SBY Kenang momen rekaman bareng Titiek Puspa: 3 Bulan yang lalu, bersama 35 musisi Indonesia
Usai pidato, Kang Rey dikerubungi emak-emak dan pelajar minta selfie di Bupati Cup Taekwondo Subang
Sule siap meriahkan senam sehat Tridjaya di Pagaden, Subang
Musisi legendaris Acil Bimbo wafat di usia 82 tahun, pelantun 'Sajadah Panjang'
Bupati turun main film, Subang diproyeksikan jadi panggung promosi lewat 'Sisa Waktu Senja'