Kisah Titiek Puspa dan warisan musik istana: dari nama pemberian Soekarno hingga grup lensois

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 17 April 2025 | 00:06 WIB
Potret Titiek Puspa semasa hidup dan legenda musiknya yang abadi (Instagram.com/titiekpuspa_official)
Potret Titiek Puspa semasa hidup dan legenda musiknya yang abadi (Instagram.com/titiekpuspa_official)

Sebelumnya, Titiek dikenal dengan nama lahir Sudarwati. 

Soekarno merangkai nama panggilan 'Titiek' dengan kata 'Puspa' yang berarti bunga, sehingga lahirlah nama yang terus melekat pada diri sang penyanyi hingga akhir hayatnya.

Baca Juga: Puncak musim kemarau 2025 diprediksi Agustus, tapi hujan masih turun, ini penjelasan BMKG

Sebagai bagian dari grup Lensois, Titiek Puspa mengambil peran sentral sebagai vokalis utama. 

Grup ini bukanlah sembarang kelompok musik. Lensois dibentuk sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia. 

Tujuan utamanya adalah mengenalkan dan mempromosikan musik serta seni Indonesia di forum-forum internasional.

Lensois merupakan inisiasi langsung dari Presiden Soekarno dan dibentuk oleh musisi kenamaan Jack Lesmana. 

Grup ini menjadi semacam simbol perlawanan terhadap dominasi musik Barat yang saat itu sangat mendominasi ruang budaya tanah air.

Baca Juga: Lisa Mariana ngaku berat badan dari 48 kg naik ke 100 kg karena ogah disuruh Ridwan Kamil gugurkan kandungannya

Di tangan Lensois, dan dengan suara Titiek Puspa, musik Indonesia dibawa hingga ke panggung-panggung negara sahabat. 

Mereka kerap tampil dalam acara kenegaraan, mendampingi Presiden Soekarno dalam berbagai lawatan penting ke luar negeri, termasuk ke Prancis dan Belanda.

Salah satu agenda besar mereka sempat direncanakan untuk tampil dalam peringatan satu dekade Konferensi Asia-Afrika di Aljazair. 

Namun sayangnya, rencana itu batal karena kudeta yang terjadi di negara tersebut.

Penampilan Titiek Puspa di Istana Negara di berbagai kesempatan kenegaraan menjadi salah satu momen ikonik dalam sejarah musik Indonesia. 

Baca Juga: Klaim terbaru Lisa Mariana: dipaksa mengaku berhalusinasi oleh pihak Atalia Praratya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X