Disebut ketakutan bertemu ibunya, anak-anak Baim Wong dan Paula Verhoeven bisa saja alami dampak psikologis dalam perkara perceraian orang tuanya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 15:12 WIB
Momen pertemuan Paula Verhoeven dan kedua anaknya beberapa waktu lalu (Tangkapan layar YouTube Kiano Kenzo Paula Lovers)
Momen pertemuan Paula Verhoeven dan kedua anaknya beberapa waktu lalu (Tangkapan layar YouTube Kiano Kenzo Paula Lovers)

Anak-anak bisa mengalami kecemasan karena merasa kehilangan stabilitas dalam hidup mereka. Mereka mungkin takut tidak bisa lagi melihat salah satu orang tuanya secara rutin.

2. Rasa bersalah dan duka

Anak-anak sering kali merasa bahwa mereka adalah penyebab perceraian orang tua mereka. Hal ini dapat menyebabkan perasaan bersalah dan kesedihan yang mendalam.

Baca Juga: Kedatangannya ke rumah Baim Wong disebut kembali ditolak anak-anak, Paula Verhoeven minta didoakan

3. Penurunan prestasi akademik

Perubahan dalam keluarga dapat mengganggu konsentrasi anak di sekolah, sehingga berdampak pada prestasi akademik mereka.

4. Gangguan perilaku

Anak-anak yang mengalami perceraian orang tua cenderung lebih rentan terhadap perilaku agresif, mudah marah, atau menarik diri dari lingkungan sosialnya.

Psikolog asal Kanada, Arthur Leonoff, dalam bukunya The Good Divorce, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosional anak selama proses perceraian.

Menurutnya, citra mental anak tentang dirinya bersama kedua orang tua harus tetap terjaga agar tidak mengganggu perkembangan psikologisnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X