Saat artis di panggung jadi sasaran ‘seksual’ penonton, ini hal yang dapat dijadikan pelajaran

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Jumat, 27 September 2024 | 16:27 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. (Pexels.com / Josie Stephens)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Pexels.com / Josie Stephens)

Individu tersebut pada umumnya mengalami ancaman secara fisik ataupun psikis. Mereka merasa ketakutan, tidak berdaya, atau merasakan kecemasan yang berlebihan.

Aspek utama yang membuat sesuatu menjadi traumatis adalah ketidakmampuan individu dalam melepaskan sisi emosionalnya. 

2. Trauma Insidious (Berbahaya)

Trauma ini merupakan salah satu trauma yang cukup berbahaya, karena menjadi sasaran oknum yang melakukan insiden harian berupa objektifikasi, intimidasi, ataupun seksisme.

Baca Juga: Artis cantik Syifa Hadju bawa 4 penghargaan sekaligus pada ajang Infotainment Awards 2024

Dampak trauma insidious tidak selalu bersifat kekerasan fisik di dunia nyata, namun juga menimbulkan kekerasan terhadap batin jika itu terjadi di media sosial. 

3. Trauma Berulang

Trauma yang dialami secara berulang ulang terjadi ketika situasi, interaksi, atau faktor lingkungan bersifat traumatis. 

Trauma yang terjadi sebelumnya akan membangkitkan perasaan individu jika ada sesuatu yang menjadi pemantiknya.

Perasaan itu sama seperti pengalaman pertama kali yang membekas dalam pikirannya, sehingga timbul kecemasan yang berlebihan terhadap orang lain.

Maka dari itu, perilaku pelecehan seksual atau tindakan kekerasan dapat menimbulkan trauma yang berulang bagi korbannya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X