Individu tersebut pada umumnya mengalami ancaman secara fisik ataupun psikis. Mereka merasa ketakutan, tidak berdaya, atau merasakan kecemasan yang berlebihan.
Aspek utama yang membuat sesuatu menjadi traumatis adalah ketidakmampuan individu dalam melepaskan sisi emosionalnya.
2. Trauma Insidious (Berbahaya)
Trauma ini merupakan salah satu trauma yang cukup berbahaya, karena menjadi sasaran oknum yang melakukan insiden harian berupa objektifikasi, intimidasi, ataupun seksisme.
Baca Juga: Artis cantik Syifa Hadju bawa 4 penghargaan sekaligus pada ajang Infotainment Awards 2024
Dampak trauma insidious tidak selalu bersifat kekerasan fisik di dunia nyata, namun juga menimbulkan kekerasan terhadap batin jika itu terjadi di media sosial.
3. Trauma Berulang
Trauma yang dialami secara berulang ulang terjadi ketika situasi, interaksi, atau faktor lingkungan bersifat traumatis.
Trauma yang terjadi sebelumnya akan membangkitkan perasaan individu jika ada sesuatu yang menjadi pemantiknya.
Perasaan itu sama seperti pengalaman pertama kali yang membekas dalam pikirannya, sehingga timbul kecemasan yang berlebihan terhadap orang lain.
Maka dari itu, perilaku pelecehan seksual atau tindakan kekerasan dapat menimbulkan trauma yang berulang bagi korbannya.***
Artikel Terkait
Strategi efektif menaikkan pembaca website melalui media sosial
Polisi tangkap pelaku yang mengancam penembakan kepada Anis Baswedan di media sosial
Viral video tawuran perang sarung di media sosial, Unit Reskrim Polsek Pamanukan amankan 5 orang bocil
Sebelum meninggal dunia, komedian Babe Cabita sempat sampaikan permintaan maaf melalui media sosial pribadinya
5 Tips hadapi haters di media sosial biar gak mudah baper
Pentingnya memahami etika di era digital, panduan bagi milenial dan Gen Z dalam menggunakan media sosial
ESAI : Peran konten media sosial dalam sampaikan pesan kemanusiaan