Dalam pemaparannya, Andika menjelaskan bahwa SEO tidak lagi terbatas pada website, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam pengelolaan konten di media sosial.
“SEO adalah optimasi mesin pencari. Sekarang ini penerapannya tidak hanya di website, tetapi juga di media sosial agar konten lebih mudah ditemukan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan keyword atau kata kunci dalam sebuah konten.
Menurutnya, keyword berfungsi untuk mengelompokkan topik sehingga memudahkan pengguna menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.
GEO, strategi baru agar konten dipilih AI
Selain SEO, peserta juga dikenalkan dengan konsep Generative Engine Optimization (GEO), yakni strategi agar konten dapat direkomendasikan oleh sistem berbasis kecerdasan buatan (AI).
Andika menjelaskan bahwa di era AI saat ini, kreator konten perlu memahami bagaimana mesin bekerja dalam memilih sumber informasi.
“GEO ini membantu konten kita muncul dalam ringkasan AI. Jadi kita harus lebih effort agar konten kita dipilih sebagai referensi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan terhadap AI sebaiknya tidak bersifat kompetitif, melainkan kolaboratif.
Baca Juga: Dipercaya masyarakat, Ash Shiddiq Tours berangkatkan 367 jemaah umrah satu pesawat
Konten yang berpotensi menjadi rujukan AI umumnya memiliki informasi yang lengkap, valid, mudah dipahami, serta mampu menjawab kebutuhan pengguna secara menyeluruh.
Dengan pemahaman SEO dan GEO yang baik, kreator konten diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara algoritma, tetapi juga bernilai secara substansi.
Bootcamp ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan insan media yang adaptif, kritis, dan tetap menjunjung tinggi etika di tengah transformasi digital yang terus berkembang.***